about Sosial Media News: Berita | Tagline Blog Anda di Sini
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Juli 2017

Partai Syariah 212 BUKAN dari GNPF MUI


Pengacara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI menegaskan bahwa Partai Syariah 212 yang dideklarasikan sejumlah orang di Gedung Joang, Menteng, Jakarta, Senin (17/7/2017), tidak mendapat restu dan bukan bagian dari tujuan mereka.

Karenanya, Pengacara GNPF MUI Kapitra Ampera menyayangkan deklarasi partai tersebut yang mencatut angka ”212”. Ia juga menyayangkan para deklarator mengklaim sebagai ”alumni aksi 212”.

”Partai itu bukan dari barisan kami. Kami sebelumnya sama sekali tak pernah tau ada pertemuan untuk deklarasi itu. Deklarator partai itu juga bukan pengurus GNPF MUI. Tak ada satu pun pengurus GNPF yang menjadi panitia deklarasinya,” tegas Kapitra Ampera seperti dilansir Suara.com, Senin (17/7/2017).

Ia mengatakan, ”212” kekinian menjadi semacam merek yang laku di pasaran. Karenanya, banyak pihak yang mencatut nama tersebut untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya sendiri.

Kapitra mengakui, nama ”212” yang merujuk salah satu serial aksi Bela Islam seringkali dipakai oleh pihak-pihak lain untuk kepentingan ekonomis maupun politis.

GNPF, kata dia, tak bisa membendung orang-orang yang mengklaim sebagai ”alumni aksi 212” dan menggunakan nama itu bukan untuk kepentingan umat.

”Karenanya, kami sangat menyayangkan banyak yang menggunakan nama ’212’ untuk kepentingannya sendiri. Sebab, hal itu justru mendistorsi (merusak) nama baik GNPF sebagai inisiator aksi 212 dan mendistori platform aksi itu sendiri,” tuturnya.

”Setelah kami pelajari, baru akan ditentukan apa langkah selanjutnya. Tapi yang pasti, penggunaan ’212’ untuk kepentingan politik justru bisa mendistorsi tujuan baik aksi 212. Apalagi kami tidak mengetahui perihal deklarasi partai itu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan di berbagai media nasional, sekelompok politikus yang mengatasnamakan alumni aksi 212 mendeklarasikan pendirian Partai Syariah 212 dimana Ketua penggagas partai tersebut adalah seorang perempuan bernama Siti Asma Ratu Agung.


Banyak dari para Alumni 212 sendiri tidak menyetujui adanya deklarasi Partai Syariah 212 tersebut. Seperti yang bisa dibaca di lini masa dan sosial media seperti facebook dan twitter.

Semoga dengan penegasan yang disampaikan oleh GNPF MUI melalui pengacaranya, Kapitra Ampera, tidak membuat barisan umat Islam terbecah belah.

Romeltea Media
Sosial Media News Updated at:

Kamis, 23 Februari 2017

Adnin Armas, Filsuf Pendidik Kalangan Muda


Nama Adnin Armas menjadi bahan pembicaraan beberapa hari terakhir. Sebagai ketua Yayasan Keadilan untuk Semua, ia sudah dua kali dipanggil Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) sebagai saksi dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), yakni pada Jum’at (10/2) dan Rabu (15/2) lalu.

Menurut polisi, terdapat indikasi pelanggaran ketika Adnin mengizinkan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) memakai rekening yayasannya, untuk menampung dana umat yang hendak menyumbang bagi penyelenggaraan Aksi Bela Islam 411 dan 212. Sampai tulisan ini dibuat, polisi tidak bisa membuktikan pelanggaran itu, apalagi soal keterlibatan Adnin di dalamnya.

Yayasan Keadilan untuk Semua didirikan Adnin untuk berkhidmat di tiga bidang, yakni bidang keagaamaan, pendidikan, dan kemanusiaan. Jauh sebelum terbentuk GNPF-MUI dan terselenggaranya Aksi Bela Islam, ia dan yayasannya banyak memberi bantuan untuk pengungsi Rohingya, korban gempa Pidie, dan korban serangan di Tolikara. Pria yang akrab disapa Ustadz Adnin ini bahkan menyuarakan pembelaan terhadap nasib pegungsi Rohingya ketika menjadi pembicara di Universitas Oxford, Inggris, tahun 2015 lalu.

Siapa sebenarnya Adnin Armas? Untuk mengenalnya lebih jauh, kita bisa memulai dari sebuah novel laris, Negeri 5 Menara, yang ditulis Ahmad Fuadi. Dalam novel itu, Fuadi menuliskan kenangan masa kecilnya (yang berarti, terinspirasi dari kisah nyata) di Pondok Modern Gontor. Di sana, ia bersahabat dengan beberapa santri yang datang dari penjuru Indonesia. Salah satu sahabatnya bernama Raja, anak Medan yang kutu buku dan selalu menjinjing kamus kemana-mana. Di kehidupan nyata, ialah Adnin Armas.

Budaya Ilmu

Adnin berdarah Aceh, namun lahir di Medan tahun 1972. Pendidikan di Gontor yang menanamkan akhlak dan adab membuatnya amat menjunjung tinggi budaya ilmu. Setelah selesai menempuh pendidikan di Gontor, ia melanjutkan kuliah strata 1 dalam bidang filsafat di International Islamic University of Malaysia, Kuala Lumpur. Kepada penulis, beberapa waktu lalu, ia menceritakan kebiasaannya ketika itu. “Saya menulis makalah filsafat, mulai dari Imam Al-Ghazali sampai Edmund Husserl, dengan berupaya merujuk langsung ke sumber utamanya,” ujarnya. Saat di luar kelas, sambungnya, ia bergaul dengan mahasiswa di jenjang yang lebih tinggi, bahkan dengan dosen-dosen.

Usai meraih gelar sarjana, Adnin melanjutkan pendidikan strata 2 di Institute of Islamic Thought and Civilizations (ISTAC), sebuah kampus dengan bangunan dan perpustakaan megah yang didirikan dan dipimpin langsung oleh filsuf muslim terbesar hari ini, Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Ia juga menikahi Irma Draviyanti, yang dikenalnya di kampus IIUM. Irma adalah mahasiswi di jurusan ilmu ekonomi. Mereka menikah di Cipanas, 15 Februari 1997. Cipanas adalah kampung nenek Irma. Dengan dukungan istrinya, ia menyelesaikan S2 dengan judul tesis “Fakhruddin ar-Razi on Time”, sebuah ulasan filsafat waktu dari seorang ulama filsuf-kalam.

Selama berkuliah, Adnin harus memenuhi tuntutan akademis sekaligus rumah tangga. Untuk urusan akademis, ia harus menguasai bahasa asing selain Arab dan Inggris, seperti Yunani kuno dan Latin. Hal ini karena bagi Naquib Al-Attas, mempelajari pemikiran Barat dan Islam secara sungguh-sungguh akan jauh lebih baik bila menguasai langsung karya-karya utama pemikir mereka, yang ditulis dengan bahasa aslinya. Selain itu, pendidikan di ISTAC juga mengharuskan Adnin -dan mahasiswa lain- mempelajari mata kuliah seperti the worldview of Islam, logika formal, sampai posmodernisme. Naquib Al-Attas mendatangkan profesor-profesor berbagai bidang untuk mengajar mata kuliah itu, kecuali the worldview of Islam yang diampu langsung oleh Naquib Al-Attas.
Dalam sebuah diskusi santai dengan penulis, Adnin menunjukkan lembar nilai mata kuliahnya, dan hampir semua bernilai “A”.

Untuk menunjang kebutuhan rumah tangga, Adnin dan istrinya berdagang martabak sampai baju koko. Kepada penulis, Irma bercerita bahwa ia membuat martabak mini di rumah lalu dibawa suaminya untuk dititipkan ke kantin kampus. Setiap Jum’at, keduanya mendatangi masjid-masjid di Kuala Lumpur untuk menawarkan baju koko kepada jama’ah. Selain itu, baju koko juga dijual di pasar yang becek. Baju koko tersebut bermerek “Armas”, yang diperoleh Adnin dari keluarganya di Medan. Sampai saat ini, usaha tersebut masih berjalan, bahkan mereka bisa mengekspor baju koko itu ke Malaysia.
Kegiatan berdagang itu tidak membuat Adnin kehabisan waktu untuk belajar. Menurut Irma, suaminya selalu membawa buku untuk dibaca di mana pun, termasuk di pasar saat keduanya berdagang. Hasil bacaan tersebut kerap diolah menjadi karya tulis yang masuk ke jurnal dan media lain.

Hal ini pula yang membuatnya terbiasa berdiskusi tentang pemikiran Islam, isu-isu umat terkini, atau buku tertentu dengan rekan-rekannya, terutama sesama mahasiswa Indonesia yang juga berkuliah di ISTAC seperti Hamid Fahmi Zarkasyi, Syamsuddin Arif, Adian Husaini, Nirwan Syafrin, dan Ugi Suharto. Dari sana tercetuslah pendirian Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), sebuah lembaga yang mewarnai wacana keislaman di Indonesia sampai sekarang.
Selain dengan teman kuliahnya, Adnin juga terlibat dalam diskusi surat elektronik (yang dulu disebut milis) dengan pihak lain, termasuk kalangan muslim liberal. Hasil diskusi yang terekam sudah diterbitkannya menjadi sebuah buku berjudul Pengaruh Kristen-Orientalis terhadap Islam Liberal. Di buku itu, ia terlibat polemik dengan Denny JA, Luthfie Assyaukanie, Ulil Abshar Abdalla, Rumadi dkk. tentang tema-tema penting seperti otentisitas Al-Qur’an dan sekularisasi.

Buku lain yang diterbitkan Adnin adalah Metodologi Bibel dalam Studi Al-Qur’an. Jika buku yang disebut pertama adalah rekaman polemik, buku Metodologi Bibel ini adalah buku utuh hasil penelitian mandirinya. Buku-buku teolog Kristen dan orientalis dibacanya untuk menunjukkan bahwa penerapan tradisi biblikal dalam mengkaji Al-Qur’an, seperti pendekatan hermeneutika yang menisbikan makna wahyu, adalah keliru. Syamsuddin Arif -kini direktur INSISTS menggantikan Adnin- saat menjabat sebagai dosen di IIUM, pernah menyebut bahwa buku Adnin itu menjadi bacaan wajib di jurusan studi Islam sebuah universitas di Malaysia.

Membina Yang Muda

Saat pulang ke Indonesia, Adnin mengamalkan ilmunya dengan berbagai peran di INSISTS (sebagai peneliti, direktur eksekutif, dan kini peneliti senior), Majalah GONTOR (sebagai pemimpin redaksi), Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), dan lain-lain. Di INSISTS, ia menerbitkan jurnal pemikiran Islam “ISLAMIA”, sebuah jurnal yang mengkaji kaitan warisan pemikiran dan peradaban Islam dengan persoalan kontemporer.

Di sini pula terselenggara kelas-kelas terbatas yang mengajarkan pemikiran Islam. Pada 2007, ia mengampu workshop “Islamic Worldview” dengan peserta penggiat dakwah di Jakarta, Depok, dan wilayah lain. Bersama rekan-rekannya, ia menyelenggarakan workshop sejenis di kampus, pesantren, dan lembaga lain di Indonesia. Memasuki tahun 2013, ia mengadakan Kuliah Filsafat Syed Muhammad Naquib Al-Attas, yang biasa disingkat KFA, dan Kuliah Filsafat Alam Fakhruddin Ar-Razi. KFA berlangsung sampai 3 angkatan dan Kuliah Filsafat Alam sampai 2 angkatan. Peserta yang hadir rata-rata lebih muda darinya.
Meski murid-muridnya lebih muda, Adnin tidak sungkan bercengkerama dengan mereka, dalam obrolan di kesempatan apa saja. Isi obrolan itu adalah hal-hal “berat” seperti filsafat dan pemikiran Islam, namun mengalir dalam suasana santai. Ia juga tidak pernah menolak jika ada muridnya yang meminta pendapat, arahan dalam menulis, bahkan meminjam buku-bukunya. Rumahnya selalu sedia menyambut tamu yang ingin belajar dan berdiskusi. Kegiatan tersebut seringkali baru terhenti saat Adnin atau muridnya sadar bahwa malam sudah larut, bahkan nyaris pagi.

Generasi yang lebih muda lagi, yakni yang masih menempuh pendidikan dasar dan menengah, tidak lepas dari perhatian Adnin. Bersama Majalah Gontor, ia sejak tahun 2011 menyelenggarakan Olimpiade Studi Islam dan Matematika Fakhruddin ar-Razi Competition. Acara tahunan itu melibatkan anak-anak muslim dari sekolah se-Indonesia. Untuk menjaga mutu, ia senantiasa memantaunya sampai usai, bahkan ia sendiri yang membuat soal-soal olimpiade itu dengan merujuk pada buku-buku standar olimpiade matematika mancanegara.
Dalam sebuah video di kanal Youtuberesmi olimpiade itu, Adnin menyampaikan tujuannya, yakni “…menghasilkan generasi muslim intelektual, yang memahami ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah sebagaimana para ulama terdahulu, demi kejayaan kembali peradaban Islam.”

Kini polisi menyeret Adnin dalam kasus dugaan TPPU. Meski masih berstatus sebagai saksi, ia dan yayasan kecilnya amat yakin bahwa tidak ada pelaku pidana yang memasukkan uang haram ke rekening itu, sebagaimana tertera dalam pasal TPPU. Setelah kasus ini berlalu, ia akan melanjutkan kegiatan dakwahnya, termasuk menyemai budaya ilmu bagi sebanyak mungkin anak muda di negeri ini. |

Penulis: Ismail Alam, 16-2-2017

Catatan: Saudara Adnin Armas baru saja resmi dijadikan tersangka

https://m.detik.com/…/kapolri-sebut-ketua-yayasan-keadilan-…

Romeltea Media
Sosial Media News Updated at:

Dana Umat GNPF MUI Diusut, Bagaimana Dengan Rekening Gendut Polisi?





Saat ini umat Islam dihebohkan dengan pengusutan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang yang dilakukan oleh GNPF MUI. Hingga akhirnya kemarin, Kapolri Tito Karnavian menetapkan Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua, Ustadz Adnin Armas sebagai tersangka. Aneh tapi nyata. Di negara yang mayoritas Islam, Umat Islam selalu saja dicari-cari kesalahannya. Padahal kalo kita melihat realita yang terjadi saat aksi 212 Jilid 1 Desember kemarin, semua berjalan aman dan tertib. Lalu dengan mudahnya kepolisian mencari-cari kesalahan ulama-ulama kita. Mulai dari Habib Rizieq Syihab, Ust. Munarman, Ust. Bachtiar Nasir dan yang terakhir kemarin Ustadz Adnin Armas yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Jika memang demikian, sudah jelas sekali ada kriminalisasi ulama dalam proses yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Apakah lembaga kepolisian masih bisa kita percaya? Rasanya umat Islam makin tidak percaya atas ketidakadilan ini.

Bagaimana tanggapan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin melihat fenomena tersebut. Dari laman Hidayatullah.com, saya kutip pernyataan beliau di bawah ini.

_________________________________________________________ 

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr Din Syamsudin mengaku terusik hatinya ketika ada aktivis muslim yang dikriminalisasi dengan tuduhan yang tidak berdasar.
 
Hal itu, terkait kasus yang menimpa Adnin Armas, Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua, yang kabarnya dijadikan tersangka oleh kepolisian atas kasus dana infaq umat Islam kepada Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI yang dihimpun menggunakan rekening yayasan yang diketuainya.

Din menilai, Polri sudah melampaui batas. Ia pun menantang kepolisian untuk tidak pilih kasih dalam membongkar kasus serupa.
“Kalau mau dibongkar semuanya. Kita bisa kasih kasusnya, seperti uang Teman Ahok, atau rekening gendut Polri. Atau apa, kalau mau ayo bongkar semuanya,” ucap Din kepada hidayatullah.com, di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (23/02/2017).


Ia mengungkapkan, pilihannya hanya dua, bongkar semua kasus serupa tanpa pilih kasih. Atau hentikan kasus tersebut.

“Saya berharap itu tidak dilanjutkan oleh Polri. Agar tidak menambah sesak dada umat Islam dengan ketidakadilan,” ujarnya.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini mewanti-wanti, bahwa jika aparat berlebihan menegakkan hukum, apalagi sampai tidak adil. Semua itu akan kembali ke dirinya sendiri.
“Saya berharap Polri jernih melihat ini,” tandas Din.

sumber : hidayatullah.com

Romeltea Media
Sosial Media News Updated at:

Rabu, 22 Februari 2017

Ahokers, Sholat Jumat Kok Di Rumah, Paham Agama Ngga Sih??


"Blunder lagi dari Ahoker. Mereka sejatinya tidak tau tentang agama atau memang pura-pura tidak tahu? Aneh banget sih...bagaimana pendapat Anda?"

Dek Kriswati yang baik, benci boleh aja dek. Beda pilihan politik pun boleh-boleh aja kok. Tapi mbok ya jangan SOK TAHU mengenai ajaran agama orang lain.
Yang namanya shalat Jumat, emang wajib di masjid, dek. Mana ada shalat jumat di rumah. Ketahuan banget deh, begonya dirimu. (Lagipula dari fotonya, kayaknya ini bukan shalat jumat deh. Darimana dek kriswati menyimpulkan ini shalat jumat???)
(Oh ya dek, Islam juga mengajarkan bahwa SETIAP PRIA MUSLIM disunnahkah untuk shalat berjamaah di masjid, khususnya shalat lima waktu. Paham gak maksudnya? Kalo gak paham, ya sudah, mending diam saja daripada ketahuan begonya).
Kamu juga bilang, "Ahok gak pernah kayak gitu."
Ya tentu saja. Ahok kan orang kafir. Mana mungkin dia shalat jumat.

Sudah minum aqua dek???
NB: Memang belakangan ini, banyak banget orang kafir yang sok tahu dan mengomentari ajaran Islam berdasarkan sudut pandang mereka sendiri. Sebenarnya ini bagian dari PENISTAAN AGAMA).

Romeltea Media
Sosial Media News Updated at:

Pemuda Muhammadiyah Tersinggung Dengan Pengacara Ahok


"Lagi-lagi Ahok dan Pengacaranya membuat blunder. PP Muhammadiyah tersinggung saat sidang ke-12 Ahok sebagai terdakwa Penistaan Agama."


Berikut Pers Rilis Pemuda Muhammadiyah Terkait Kehadiran Prof. Dr. Yunahar Ilyas di Sidang Ke-12 Ahok yang ditolak Pengacara Ahok

Ahok dan penasehat hukumnya menolak dan menyatakan keberatan atas kehadiran Prof.Dr.Yunahar Ilyas, Lc, MA sebagai ahli agama yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang ke-12 siang tadi, Selasa 21 Februari 2017. Sebagai kader Muhammadiyah kami merasa tersinggung dengan cara mereka.


Mereka beralasan karena Buya Yunahar adalah Wakil Ketua Umum MUI Pusat, dimana MUI adalah pihak terkait yang mengeluarkan Pendapat Keagamaan atau fatwa soal ucapan Ahok yang dianggap menghina Al Qur'an dan Ulama.



Padahal Buya dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai ahli mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sudah diBAP oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri. Beliau ditugaskan resmi oleh PP Muhammadiyah karena sesuai keahliannya. Beliau adalah Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Tarjih dan Tabligh yang urusannya kajian-kajian keislaman, fatwa dll. Prof. Yunahar juga guru besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di bidang tafsir. Beliau sudah menerbitkan banyak buku dan jurnal keislaman yang jadi rujukan di kampus dan masyarakat umum.



Jadi dari sisi bidang ilmu yang dimiliki dan jabatannya Prof. Yunahar sangat layak dan kompeten sebagai ahli agama.



Alasan mereka bahwa pengurus MUI tidak bisa independen memberikan keterangan ahli juga tidak masuk akal. MUI dan juga Muhammadiyah jelas-jelas ormas Islam yang di dalamnya berhimpun para ulama yang ahli di bidang agama dengan berbagai cabang ilmunya. Kemana lagi penyidik dan Jaksa mencari saksi ahli agama kalau bukan ke ormas Islam atau Perguruan Tinggi Islam?


Namun kami sangat senang dan apresiasi terhadap pembelaan oleh Jaksa Penuntut Umum bahwa Prof. Yunahar sangat tepat dihadirkan sebagai ahli agama. Sehingga akhirnya majelis hakim menetapkan bahwa sidang dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan ahli Prof. Yunahar.



Sepanjang persidangan kami menyaksikan langsung di ruang sidang bahwa Prof.Yunahar sangat jelas dan mendalam keterangannya.



Dengan jelas beliau menyebut bahwa pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu itu mengandung unsur penistaan terhadap Ulama dan Al Qur'an. Kata "dibohongi" yang digunakam Ahok jelas sangat tidak tepat. Ahok berarti menyebut para ulama dan siapa saja Ummat Islam yang menyampaikan Surat Al Maidah 51 berbohong dan Al Maidah 51 alat kebohongan. Sekalipun tafsir kata "auliya" dalam ayat itu bisa berarti "teman setia, penolong dll". Tapi menyebut orang yang mengartikannya sebagai "pemimpin" berbohong itu jelas suatu penghinaan.



Kami menduga manuver yang dilakukan pihak Ahok bagian dari upaya menutupi kelemahan mereka untuk menanggapi keterangan yang dipaparkan secara sangat mendalam oleh ahli terkait ilmu tafsir dan tafsir al-Ma'idah 51 yang jadi kasus Ahok.



Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta sidang sebelumnya, dimana pihak terdakwa selalu melontarkan pertanyaan diluar substansi permasalahan.



Sekali lagi kami sampaikan bahwa sebagai kader Muhammadiyah kami tersinggung dan sangat menyayangkan cara-cara yang dipakai pihak Ahok dalam persidangan yang terhormat itu. Mereka semestinya menjunjung tinggi etika dan menghormati para ulama. Jika mereka keberatan dengan materi kesaksian semestinya materi itu yang dibantah. Penasehat hukum Ahok kami lihat sudah kehilangan akal untuk melakukan pembelaan, sehingga mereka mencari-cari celah untuk bermanuver.



Terima kasih.
Semoga rekan-rekan media berkenan memberitakannya.



Ttd



Pedri Kasman 081374250309
Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah



Mashuri Masyhuda 081381111979
Komandan Kokam PP Pemuda Muhammadiyah



Ihsan Marsha 085319984531
Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah



Penasehat hukum:
Agung Rachmat Hidayat, SH 08128086163

Romeltea Media
Sosial Media News Updated at:

AHOK Salahkan Hujan Berarti Salahkan Pencipta Hujan Donk??




Awalnya sih nantangin ujan, dan mengaku gak akan banjir, setelah di turunkan ujan kok nyalahin ujan yaa... bahkan pengikutnya pun pernah sesumbar ga ada banjir..
Kok bisa-bisanya nyalahin hujannya. Berarti kalo nyalahin hujannya, secara tidak langsung nyalahin yang menciptakan hujan donk? Astaghfirullah.......

Kita doakan semoga Banjir Jakarta segera surut...aamiin...

JAKARTA --Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyalahkan hujan yang tak berhenti sejak Senin malam, 20 Februari 2017, sebagai penyebab banjir terjadi di banyak wilayah Jakarta pagi ini.
Ditambah lagi, kata Ahok, sapaan akrab Basuki, proyek normalisasi sungai, yang merupakan program utama pemerintah untuk menanggulangi banjir di Jakarta, pada tahun keempat pelaksanaannya saat ini, baru tuntas 40 persen.

Kondisi tersebut membuat aliran-aliran sungai di Jakarta belum mampu sepenuhnya menampung limpahan air, terutama jika volumenya terlalu besar akibat hujan yang berlangsung terlalu lama seperti hujan yang hingga Selasa pagi ini, 21 Februari 2017, pukul 09.20 WIB, masih berlangsung.
"Saya bilang kalau hujannya berhenti, enggak sampai sehari pasti beres (banjir tidak terjadi di banyak titik). Cuma kalau dia enggak berhenti terus, ya kayak kamu punya gelas diisi air terus gimana? Pasti meluber," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Selasa, 21 Februari 2017.

Ahok kembali menekankan normalisasi sebagai hal yang harus dilakukan untuk membuat banjir yang telah menjadi bencana tahunan di Jakarta tak terus terjadi. Normalisasi, selain dilakukan pada sungai, juga pada waduk.
Sementara, kendala terbesar pelaksanaan normalisasi adalah sulitnya pembebasan lahan di wilayah bantaran waduk dan sungai. Ahok meminta pihak-pihak yang selama ini menentang pembebasan lahan yang dilakukan dengan cara penertiban hunian liar atau pembongkaran bangunan-bangunan disertai ganti rugi tidak lagi melakukan penolakan mereka. Pengorbanan mereka, diperlukan supaya proyek normalisasi tuntas sehingga Jakarta pada akhirnya tak lagi sering dilanda banjir.

"Waduk-waduk mesti dibesarin lagi. (Tapi) Kan (pinggiran) waduk-waduk udah diduduki orang. Kan (karena) kering, diduduki orang, nah mau enggak mau kamu mesti balikin. Harus kita bongkar, enggak ada cara lain," ujar Ahok. * [VIVAnews

Romeltea Media
Sosial Media News Updated at:

KEJADIAN ANEH TAPI NYATA DI AKSI 212 JILID 2


Hari Selasa Kemarin, tepat tanggal 21 Februari 2017 dilakukan Aksi Bela Islam 212 Jilid 2 yang dilaksanakan oleh Forum Umat Islam di Gedung MPR/DPR. Tuntutannya masih sama yakni Berhentikan AHOK dari Posisi Gubernur Jakarta, Stop Kriminalisasi Ulama dan Aksi Bela Ulama.

Aksi ini diikuti oleh seluruh elemen umat Islam Indonesia dan Mahasiswa di Jabodetabek. Dengan mengusung Spirit 212, alhamdulillah aksi ini berjalan dengan aman dan tertib.

Namun, ada kejadian yang aneh tapi nyata, yakni tidak diperbolehkannya umat Islam untuk masuk masjid menunaikan ibadah sholat, seperti yang direkam oleh salah satu peserta aksi. Rekaman ini saya dapatkan di facebook dan menjadi viral. Mungkin ada teman-teman yang mengikuti aksi tersebut bisa mengklarifikasi video ini, apakah benar demikian?



Walaupun akhirnya polisi dan petugas keamanan mempersilakan peserta aksi masuk ke masjid. Bagaimana pendapat Anda? 

Romeltea Media
Sosial Media News Updated at:

Selasa, 28 Juni 2016

Ternyata Betul, Pengurangan Satu Juta PNS oleh Pemerintahan Jokowi


Berita - Presiden Jokowi pada hari Selasa, 7 Juni 2016 membenarkan akan adanya kelebihan jumlah PNS di Indonesia dan akan dilakukan pengurangan atau istilahnya adalah rasionalisasi dan redistribusi.
Menurut Presiden yang dikutip oleh JakartaPost, proses pengurangan jumlah PNS ini adalah untuk meningkatkan efisiensi anggaran yang digunakan untuk gaji dan tunjangan PNS. Lebih jauh Presiden Jokowi menjelaskan bahwa proses ini sendiri tidak akan dilakukan secara drastis namun dilakukan bertahap yang dimulai tahun depan hingga berakhir 2019.
Rencana pengurangan jumlah PNS ini diajukan kepada Presiden Jokowi oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Yuddy Chrisnandi
Menurut Yuddy, penggunaan dana untuk gaji PNS di Indonesia saat ini mencapat 33,8% total anggaran. Jika kondisi ini diteruskan, Yuddy berpendapat akan terjadi ledakan anggaran seperti yang terjadi di Yunani.


Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Yuddy Chrisnandi
Menurut Yuddy, saat ini Indonesia sudah kelebihan 1 juta PNS. Seperti dikutip JakartaPost, Yuddy menjelaskan bahwa angka ideal PNS suatu negara adalah 1,5% total populasinya. Ini artinya untuk Indonesia angka ideal jumlah PNS adalah 3,5 juta orang. Jumlah PNS di Indonesia saat ini adalah 4,5 juta orang, atau kelebihan 1 juta dari angka ideal.

Untuk mengurangi jumlah PNS agar mencapai angka ideal, akan diadakan rasionaliasi dan redistribusi
Menurut Yuddy, proses rasionalisasi dan redistribusi ini akan dilakukan dalam tiga tahun dari tahun 2017 hingga 2019. Dengan perkiraan 200.000 PNS yang pensiun setiap tahunnya, jumlah 4,5 juta PNS saat ini akan berkurang menjadi 4 juta pada tahun 2019. Selain itu, akan ada penilaian kinerja PNS untuk menentukan apakah para PNS memiliki kualifikasi yang cukup untuk menjalankan pekerjaanya.

Walaupun begitu, penerimaan PNS tetap akan dilakukan terutama di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, makanan, dan hukum namun jumlahnya tidak besar.
source : Penuhmakna.com

Romeltea Media
Sosial Media News Updated at:

Innalillahi, Heboh ! Remaja Putri Rekam Adegan Seks Dengan 25 Siswa di Toilet

Berita - Baru-baru ini, kita dihebohkan oleh adanya Skandal menghebohkan yang melanda sebuah sekolah menengah Fort Myers di Florida, Amerika Serikat. Seorang pelajar perempuan berusia 15 tahun mengaku merekam aksi senggama bersama 25 pelajar putra di toilet sekolah.
Awalnya rekaman seks menghebohkan itu beredar di aplikasi video Snapchat. Pihak sekolah kemudian menggelar investigasi, karena banyak orang menyebut orang dalam video tersebut adalah murid SMA Fort Myers.

The Independent melaporkan, Sabtu (21/5), setelah diselidiki lebih lanjut, kamera CCTV sekolah menangkap basah 25 murid lelaki bergantian masuk ke toilet yang sama dalam waktu bersamaan.
Salah satu murid SMA itu, Petislin Cadeau, mengkritik para guru karena tidak melakukan pengawasan memadai. Dia justru tidak menyalahkan temannya yang merekam aksi gila ini lewat Snapchat.
“Pertanyaannya, di mana semua orang? Itulah penyebab kejadian ini,” kata Cadeau.

Juru bicara sekolah mengaku skandal memalukan itu belum akan dilaporkan kepada polisi. Penyelesaian maupun sanksi kepada murid yang terlibat dalam video mesum itu akan diselesaikan oleh manajemen SMA Fort Myers.

Adapun, rumor menyatakan gadis yang bersenggama itu mengajak hampir semua anggota klub American Footbal di sekolahnya. Di Negara Bagian Florida, usia minimal seseorang boleh melakukan hubungan seks adalah 18 tahun. Di luar itu, pria yang mengajak berhubungan badan akan dikenai tuntutan hukum.
sumber: merdeka.com

Romeltea Media
Sosial Media News Updated at:

Luxury Tour With Cruise Ship Allure of The Seas

Although it can still be counted several more months before the year-end holidays,there is no harm in us start planning vacation activities from now on? But what kind of vacation, friends like? Main beach, spending time on the rides, stay at resort or choose gather with family or friends?

Hmmm ... It seems the mainstream? Wait a minute. There are different types ofvacation spots for you can combine the above activities into one! That is travelling using cruise ships! During the tour, we get to enjoy the atmosphere of the ocean while playing in a game already provided rides aboard.

When we are already tired of a day, we can rest in the ship's cabin just like staying at the resort with your family or friends! Fun isn't it? It feels like a cozy vacation package to enjoy.

This time we will review how fun vacationing aboard luxury yacht named Allure of The Seas. 7 times longer than the Titanic, making the Allure of The Seas as the largest cruise ship in the world!

In addition, the ship also became the most luxurious ships in the maritime world. There has not been a major rival that is capable and luxurious vessel. Weighs up to 225,282 tons and a length of up to 362 metres, Allure's buoyancy to 6500 people on board.

 Allure of The Seas

 Please keep in mind, before the Allure of The Seas lifting anchors, we already have to arrive and check in at least 2-3 hours before departure. Don't try to come an hourbefore the gates are closed! Because the process of boarding the plane ride is not the same. The process of boarding a cruise ship longer given the number of passengers aboard.

So, it is better go in first and wait long on board rather than being left behind due to goto the last queue. Not to mention before boarding, we should print the SeaPassCard with the code room and close up photos we taken impromptu moment will enter the ship. It is useful for access in and out of the ship when we stop in some exotic island.

After coming into the ship of deck 5, we will be ushered into our cabin. All the way from the main entrance of the vessel up to the cabin, we will explain what facilities are there on the floor of the cabin where we are.

Royal Promenade


When we will enter the cabin, we will pass the Royal Promenade in advance. There we will be greeted by a replica of a classic luxury cars, Mercedes Benz 540K issued in 1936 that look chic!

In the Royal Promenade will not feel we're there in the ship, but there are in the city. Because all this Royal Promenade there are dozens of well-known retail stores such as Solera (perfume stores), Regalia (jewelry stores), The Shop (souvenir shops Royal Caribbean), Port Merchants (general store), GUESS, Kate Spade, Michael Kors, Focusor Boss

After passing the Royal Promenade, we will enter the atrium area that is super big! We could see the whole floor on Allure of The Seas passing elevator capsule of super luxury. Elevator this is ushering us into the deck of the cabin where we are.

From inside the elevator, we can see the deck 1 to deck 4 at once. Sophisticated isn't it? Allure yourself equipped with 16 passenger decks with 5000 beds room (cabin) which is divided into Royal Loft Suite, Royal Suite, Loft Suite, Grand Suite, Junior Suite and Superior Suite.

In one of the rooms, the Royal Loft Suite, the existing facilities in it the equivalent ofa private home in Baverly Hills! A Grand Piano, Private Promonade Deck, balcony directly overlooking the Sea (LCD TV, Jacuzzi and deck entertainment there on the balcony), indoor and outdoor dining rooms, private wet bar and a reading room decorated the Royal Suite. These rooms have two floors at a time! Perfect for holidays with the big family.

Sky Loft Room


Bored in the rooms though amenities avail already awesome? Please exit the room and enjoy other fun places on Allure of The Seas. When the room we are on deck 6 (Royal Suite, Sky Loft or Crown) we can enjoy excellent views! From this level, throughout the ship Allure of The Seas can be seen.

Understandably, deck 18 is the highest degree of the entire deck. Because this is a private deck, we could go down to the deck 4 deck or beneath the filled by entertainment deck. Call it a Suite Lounge, The Coastal Kitchen and Pinnacle Lounge on the left side of the ship that is on deck 16.

While the Solarium Bar, nightclub ' Club 20 ', Sky Bar and two Flowriders (where there are simulations for skiing) on deck 15, Kid Arcade on deck 14, library on deck 12, Ballroom on deck 8, Aquatheater, the Vitality At Sea Spa and Fitness Center, RunningTrack, Conference Center, Entertainment Deck, Ice Skating, soccer field, swimming pool with simulated water skiing, mini-golf, Rock Climbing Arena , Tennis courts, Jacuzzi to the basketball court on deck 6-7.

Flowriders


Stunning views can also be seen on deck 4, where it is met by the tropical area 12000 kinds of plants and trees and Amber Theater; an open air theater on deck 3 can accommodate about 2200 people. Cool isn't it?

After a long day and enjoy all the facilities at the Allure of The Sea, the stomach certainly hungry. To find food stalls to fill the stomach, we can come to a place with food a la carté system on each floor, except the 17th floor & 18th floor.

When you don't want to shell out a lot (here, drinking a glass of starbucks any timewe have to spend hundreds of thousands! Understandably, we are not on the Mainland who can easily fill stock copies if at any time run out. So the price of coffee at sea more awesome), we can follow the system of breakfast, lunch and dinner provided by the Allure of The Seas.

Adagio Main Dining Room

Adagio Main Dining Room; Here we can enjoy a meal prepared by the chef of the ship along with thousands of other passengers. The great room restaurant here! And we will be amazed by the large crystal chandeliers that hang on the ceiling of the room.

Sometimes we confuse the question of the size of the ship. How can it be, iron steel weighing hundreds of thousands of tons of that in this place there are thousands ofher keel can sail in the sea off. A little tracing, Allure of The Seas has 4 stabilizier which makes the ship became unbalanced, plus powerful tool sort of bow thrusters to double docked to the port without having to worry about crashing.

Remember! The bridge is located on deck 11 which means ship captain can only rely on the sophisticated tools it from a height of 50 meters. Another one that makes the Allure of The Seas sail nonstop; 3 pairs of giant propellers (azipods) bladed 4 capable of pushing the boat as fast as 22.6 knots (41.9 km/h; 26.0 mph), 25 knots maximum rotating 360 degrees and can be! Sophisticated isn't it?

This is made so that events like the Titanic can be prevented. Not to mention the on deck 5 there are 18 lifeboats capable of carrying 370 people in it, the reserves when the lifeboat also 2 other lifeboats have problems.

Well, in addition to the safe and comfortable, Allure of The Seas will sail experience that can not be forgotten. I am sure, 7 days on Board will not be tasted! Guaranteedfriends will all be addicted to travel along with Allure of The Seas.


For the price of all travel, Royal Carribean International with the price of $ 742 or $ 106 per night (Interior: Promenade Stateroom Interior Stateroom, Family, etc.), $ 839 or $ 120 per night (Oceanview: Family Ocean Stateroom, Large Ocean View Stateroom, etc.), $ 891 or $ 127 per night (Balcony: Super Studio Stateroom, Accessible Boardwalk View Stateroom, Super Deluxe, Ocean Ocean Stateroom Stateroom, etc.) and $ 1.581 or $ 226 per night (Suite : Crown Loft Suite, Sky Loft Suite, Royal Suite, Superior Grand Suite, etc.). Enjoy your trip guys!

Source : penuhmakna.com

Romeltea Media
Sosial Media News Updated at:

 
back to top